INI TIDAK BERARTI MENGHALALKAN RASUAH DALAM CARA & BENTUK APA PUN...Permulaan bagi Syirik (يشرك : تشرك باالله) terhadap zat & terhadap hak dan kekuasaan zat Allah yang dilaknati Allah itu bermula dengan I'ttiqad - Niat (yakin Qalbu > Akal) dari Ujub, Sum'ah, Riya', Takabbur... kemudian zahir dengan cara, sifat, kata-kata, perbuatan anggota jasad...
... Memuja (taksub kepada diri sendiri / taksub kepada berhala manusia berkupiah-serban, berjubah & berjanggut... Padahal taksub semata-mata kepada Allah)...
... Memuji (diri sendiri / memuji berlebihan : bodek)... Padahal segala pujian hanya bagi Allah)...
... Membersih, Menyucikan diri sendiri, keturunan, kaum, puak, jemaah, partiNya... Padahal tidak ada sesiapa yang berhak untuk membersih & menyucikan dari segala noda / dosa & maksiat melainkan Allah.
Rasulullah bersabda :
إِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ
“Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal perbuatan (ibadah serta amal kebenaran, kebaikan, kebajikan dialam jasad) kecuali yang murni (لا : اله : لله) dan hanya mengharap ridho Allah”. [HR. Abu Dawud dan Nasa’i]
Lawan daripada ikhlas : diredhai VS syirik dilaknati Allah adalah menjadikan bagi (zat & hak dan kekuasaan mutlak zat) Allah tandingan/sekutu di dalam beribadah, atau beribadah kepada Allah tetapi juga kepada selain-Nya. Contohnya : riya’ (memperlihatkan amalan pada orang lain), sum’ah (memperdengarkan suatu amalan pada orang lain), ataupun ujub (berbangga diri serta amalannya). Kesemuanya itu adalah syirik yang harus dijauhi oleh seorang hamba agar ibadah dan amalnya nya itu diterima oleh Allah . Sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam:
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ اْلأَصْغَرُ قَالُوا وَمَا الشِّرْكُ اْلأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الرِّيَاءُ
“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan terjadi pada kalian adalah syirik kecil”, para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, apa itu syirik kecil ? Rasulullah menjawab : “Riya’”. [HR. Ahmad] --- termasuk Ujub, Sum'ah, Takabbur : pemusnah segala Ibadah dan Amal perbuatan (kebenaran, kebaikan, kebajikan) di alam jasad ---
(Al-Maaidah 5:72)
Demi sesungguhnya! Telah kafir lah (engkar syirik) orang-orang yang berkata: "Bahawasanya Allah ialah Al-Masih Ibni Maryam". Padahal Al-Masih sendiri berkata:" Wahai Bani Israil! (merujuk kpd bani Israiel zuriat Yehud : Jew;s, salah seorang anak nabi Ibrahim AS dengan isteri pertama Maisarah) Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu, Bahawasanya sesiapa yang mempersekutukan (zat & hak kekuasaan mutlak zat) Allah dengan sesuatu yang lain, maka sesungguhnya Allah haramkan kepadanya Syurga, dan tempat kembalinya ialah neraka; dan tiadalah seorang penolong pun bagi orang-orang yang berlaku zalim" (pada diri sendiri).
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, semasa ia memberi nasihat kepadanya:" Wahai anak kesayanganku, janganlah engkau mempersekutukan (zat & hak kekuasaan mutlak zat) Allah (dengan sesuatu yang lain), sesungguhnya perbuatan syirik (terhadap zat & hak dan kekuasaan mutlak zat Allah) itu adalah satu kezaliman (terhadap diri sendiri) yang besar".
(Luqman 31:13)
NOTE : Syirik terhadap zat & hak-hak mutlak zat Allah bukan Murtad (yartadda : yartadid mingkum undeeneh) - berpalingtadah dari tauhidkan zat Allah maha Esa wajib wujud hanya satu - Ahadun, Wahidun : tidak berbilang-bilang tauhid (pluralisme) : tidak kesamarataan tauhid (libralisme) > Mulhid : Atheis (komunisme).
... INI TIDAK BERARTI MENGHALALKAN RASUAH !!! ...
///
Ab Sheikh Yunan.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan